Artikel Kami Silahkan Berlangganan

BUDAYA KERJA KARYAWAN



Setiap Karyawan SMP Negeri 1 Karangtengah   Berkewajiban Untuk  :
1.      Hadir di sekolah tepat waktu;
2.      Berdisiplin, berdedikasi dan ber-etos kerja tinggi;
3.      Bertanggung jawab terhadap bidang tugasnya;
4.      Melayani peserta didik sesuai visi, misi, dan tujuan  sekolah;
5.      Bekerja secara profesional dalam melaksanakan proses administrasi sesuai peraturan yang berlaku.
6.      mengembangkan komunikasi dengan berbagai pihak untuk pengembangan pendidikan.
7.      mengembangkan hubungan baik dengan peserta didik, orang tua peserta didik, dan lingkungan
8.      Meningkatkan kualitas diri baik secara sendiri-sendiri dan/atau bersama-sama agar menjadi lebih profesional.
9.      Mengembangkan sekolah secara bersama-sama berdasarkan visi, misi, dan tujuan sekolah.
10. Menghindari dan/atau tidak menerima sesuatu sebagai bentuk gratifikasi atau memungut biaya dalam memberikan pelayanan administrasi kepada peserta didik.
11.  Menciptakan lingkungan sekolah yang tertib, rapi, bersih, dan indah.

Informasi Mengenai Adiwiyata


A. Gambaran Umum Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) di Indonesia.
Pada awalnya penyelenggaraan PLH di Indonesia dilakukan oleh Institut Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP) Jakarta pada tahun 1975. Pada tahun 1977/1978 rintisan Garis‐garis Besar Program Pengajaran Lingkungan Hidup diujicobakan di 15 Sekolah Dasar Jakarta. Pada tahun 1979 di bawah koordinasi Kantor Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup (Meneg PPLH) dibentuk Pusat Studi Lingkungan (PSL) di berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta, dimana pendidikan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL mulai dikembangkan). Sampai tahun 2010, jumlah PSL yang menjadi Anggota Badan Koordinasi Pusat Studi Lingkungan (BKPSL) telah berkembang menjadi 101 PSL. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Departeman Pendidikan Nasional (Ditjen Dikdasmen Depdiknas), menetapkan bahwa penyampaian mata ajar tentang kependudukan dan lingkungan hidup secara integratif dituangkan dalam kurikulum tahun 1984 dengan memasukan materi kependudukan dan lingkungan hidup ke dalam semua mata pelajaran pada tingkat menengah umum dan kejuruan. Tahun 1989/1990 hingga 2007, Ditjen Dikdasmen Depdiknas, melalui Proyek Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH) melaksanakan program Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup; sedangkan Sekolah Berbudaya Lingkungan (SBL) mulai dikembangkan pada tahun 2003 di 120 sekolah. Sampai dengan berakhirnya tahun 2007, proyek PKLH telah berhasil mengembangkan SBL di 470 sekolah, 4 Lembaga Penjamin Mutu (LPMP) dan 2 Pusat Pengembangan Penataran Guru (PPPG).

MINI KOMPOSTER



Mini komposter adalah sebuah wadah yang terbuat dari bahan baku plastik yang dirancang sedemikian rupa dan dapat digunakan untuk Media Fermentasi Sampah Organik (sampah basah) untuk menghasilkan kompos dan lindi (air sampah) sebagai bahan baku untuk pembuatan pupuk organik cair.
  1. Pisahkan/pilah sampah dapur organik (terurai) dan anorganik (tak terurai) 
  2.  Kemudian potong sampah organik menjadi bahan yang kecil-kecil (kurang lebih kira-kira 1 cm sampai 2 cm)
  3. Kelanjutnya masukkan sampah organik yang telah dicacah ke dalam MINI KOMPOSTER
  4. Larutkan bioaktivator semai mikrobia 10 cc – 20 cc / liter air, lalu semprotkan pada seluruh bagian sampah organik dengan larutan tersebut secara merata pada bagian sampah
  5. Tutup MINI KOMPOSTER rapat-rapat
  6. Lakukan penyemprotan setiap memasukkan sampah baru dan tutup kembali sampai MINI KOMPOSTER penuh (2 kg – 2,5 kg/hari), biar perlu lakukan pengadukan sebelum ditutup
  7. Apabila sudah penuh diamkan selama 7-14 hari, agar terjadi proses komposting
  8.  Air lindi sampah dapat diambil dengan membuka kran MINI KOMPOTER, dengan mendapatkan pupuk organik cair semai (POCS), langkah terakhir selanjutnya air lindi tersebut difermentasi lagi dengan menambahkan 1/4 liter bioaktivator semai mikrobia setiap 1-2 liter air lindi.
CARA PEMBUATAN MINI KOMPOSTER SEDERHANA
Pembuatan mini komposter sederhana dari bahan ember cat bekas sangat mudah dan murah, bahan-bahannya pun dapat ditemukan disekitar kita. Berikut alat dan bahan serta cara pembuatannya.
Alat dan bahan :
  1.  galon bekas cat,
  2.  paralon,
  3. plastik akrilik,
  4. kain kasa dan
  5. spon tebal 1 cm ( bahan untuk sendal jepit ).
  6. gergaji besi,
  7. gergaji triplek,
  8. cutter,
  9. bor tangan
  10. gunting.
Cara Pembuatan :
  • Potong paralon kira² 40 cm lalu buatlah lubang menggunakan bor berapa saja sekehendak hati, yang penting rapi. Fungsinya untuk pembuangan metan juga untuk udara masuk karena komposter ini jenis aerob.
  • Buatlah lubang pada galon bekas cat seukuran diameter paralon yang telah dilubangi. Jika alat terbatas, lubangi saja menggunakan bor disekeliling pola lingkaran untuk memudahkan lalu toreh menggunakan cutter dan rapikan.
  • Buat juga lubang untuk kran, kira² 3 cm dari bawah. Sebaiknya gunakan kran untuk dispenser karena ada mur untuk penguat supaya tidak goyah.
  • Kemudian buatlah penyaring. Bisa menggunakan spon bekas karpet, jika ada bahan yang lebih baik seperti akrilik lebih bagus. Atau bisa juga menggunakan tutup galon cat itu sendiri, tinggal sesuaikan ukurannya.
  • Sedang kain kasa digunakan untuk menutupi lubang pada paralon baik yang didalam maupun paralon yang nongol keluar. Fungsinya untuk menghindari lalat masuk dan binatang kecil lain.
  • Yang terakhir, buatlah dudukan untuk penyaring. Saya buat dari akrilik yang disilangkan ( lihat gambar ).















PEMANFAATAN PACE UNTUK KESEHATAN

I. Latar Belakang
 SMP Negeri 1 Karangtengah sebagai salah satu Sekolah ramah Lingkungan , berusaha ikut mendukung program Khasiat Daun Mengkudu Daun dari mengkudu biasanya digunakan untuk mengobati disentri, kejang usus, pusing, demam, muntah-muntah, diabetes, ambeyen, dll. Ada juga khasiat lainnya dari daun mengkudu ini berguna untuk mengecilkan rahim atau membentuk membentuk perut pasca melahirkan. Daun mengkudu selain sudah dipercaya sebagai obat tradisional, juga memiliki beberapa khasiat lainnya yang sangat berguna untuk tubuh kita. Seperti diantaranya:
  1. Menambah stamina tubuh yang sedang lemah 
  2. Dapat melangsingkan tubuh
  3. Dapat melancarkan proses pencernaan 
  4. Menyembuhkan penyakit ambeien 
  5. Menormalkan tekanan darah 
  6. Mampu melawan tumor dan kanker
  7. Sebagai anti-alergi 
  8. Mengatur energy dalam tubuh 
Ada 2, manfaat dari buah pace yang coba diolah SMP N 1 Karangtengah.
  1. SARI BUAH PACE untuk minuman kesehatan 
  2. SELAI PACE 
Semoga dengan pemanfaatan buah pace yang jatuh tsb, bisa ikut meciptakan lingkungan SMP N 1 Karangtengah yang bersih, indah,dan juga sehat. II. Hasil Olahan Buah PACE / Mengkudu
A. SARI BUAH PACE
  1. Alat dan Bahan : 
  • 10 Buah Pace yang matang dan siap jatuh dari pohon 
  • 1 buah stoples bertutup 
      2. Cara kerja :
  •  Lelakkan 10 buah biji pace masak ke dalam stoples 
  • Tutup stoples rapat • Panaskan di bawah terik matahari langsung
  • Tunggu beberapa hari sampai keluar airnya ( fermentasi alam ) 
  • Tuang air hasil pace yang dipanaskan tsb ke dalam gelas 
  • Minum sesuai kebutuhan 
  • Panaskan lagi pace dalam stoples tsb beberapa kali sampai pace tsb kering dan habis airnya
     3. Khasiat sari air pace
  •  Menurunkan tekanan darah tinggi 
  • Menurunkan kolesterol 
 B. SELAI PACE
  1. Alat dan Bahan : 
  • 10 buah pace 
  • ¼ kg gula merah • 3 helai daun pandan
  •  ¼ biji buah Nanas ( untuk menghilangkan bau sengir )
  •  Sedikit garam 
  •  Blender 
  • Wajan 
  • Saring 
  •  
   2. Cara :
  • Siapkan 10 bh pace utuh yang sudah matang ( dari pohon ) 
  • Cuci bersih dan haluskan dengan juicer buah
  • Saring dengan saringan teh 
  • Rebus sampai air kering
  • Tambahkan gula merah, daun pandan dan sedikit garam 
  • Aduk sampai mengental 
  • Hidangkan dengan dioleskan ke roti 
   3. Khasiat :
  • Selain lezat sebagai hidangan selai pace juga dapat menurunkan tekanan darah tnggi dan menurunkan kolesterol SELAMAT MENCOBA

RPP Berbasis Lingkungan

BUDAYA KERJA GURU

Setiap Guru SMP Negeri 1 Karangtengah Berkewajiban Untuk  :

  1. Hadir di kelas tepat waktu;
  2. Berdisiplin, berdedikasi dan ber-etos kerja tinggi;
  3. Bertanggung jawab dan profesional sesuai mapelnya;
  4. Menyelenggarakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif untuk pengoptimalkan potensi akademik yang dimiliki siswa;
  5. Mendorong dan membantu siswa untuk mengenali potensi dirinya agar dapat berkomunikasi dengan baik;
  6. Menyelenggarakan kegiatan penelitian ilmiah remaja berbagai bidang;
  7. Melestarikan dan mengembangkan seni dan budaya bangsa;
  8. Menyelenggarakan pelatihan dan bimbingan untuk berprestasi di bidang olahraga;
  9. Mengembangkan budaya kompetitif bagi siswa dalam upaya peningkatan ketrampilan;
  10. Menghindari dan/atau tidak melakukan perbuatan, baik secara langsung maupun tidak langsung yang mencederai integritas hasil ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ulangan kenaikan kelas, dan ujian sekolah. 
  11. Menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama yang dianut dan memiliki budi pekerti yang luhur;
  12. Menciptakan lingkungan sekolah yang tertib, rapi, bersih, dan indah.


Daur Ulang Limbah Plastik

Sampah, seringkali dianggap sebagai sesuatu yang mengganggu, baik pandangan hingga kesehatan. Ada berbagai macam sampah yang antara lain berupa limbah padat maupun limbah cair.Pertanyaan sederhana, namun memiliki jawaban yang sangat rumit, karena memiliki konsekuensi untuk merubah gaya hidup. Dari pola hidup boros sampah, menjadi gaya hidup ramah lingkungan. Untuk itu, langkah awal adalah mengenali berbagai jenis sampah dilingkungan kita. Kemudian mengklasifikasinya, mana yang masih bisa dipakai mana yang sudah habis pakai dan mana yang masih bisa diolah/didaur.
Secara sederhana sampah dalam rumah dapat kita bagi menjadi 3 kategori, yakni sampah beracun, seperti batere bekas, bola lampu bekas dan barang-barang yang mengandung zat kimia. Kemudian sampah padat yang tidak dapat diurai, seperti plastik, botol, kaleng, dsb. Dan terakhir barang-barang yang masih dapat diurai oleh tanah seperti sisa sayuran, daun-daun, dsb. Plastik bekas adalah salah satu limbah yang bisa kita kreasi menjadi kerajinan tangan... berikut ini adalah koleksi limbah plastik yang telah diubah menjadi kerajinan yang unik oleh siswa-siswi SMP Negeri 1 Karangtengah.

Story Telling

Bayu Bagas, peraih juara 3 Lomba Story Telling Tingkat Kabupaten dan melaju ke tingkat propinsi

Label

Random Post

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. SMP N 1 Karangtengah - All Rights Reserved
Template Created by M.Ng. Tri Mulyono Prasetyo, S.Pd.
Dipublikasikan oleh SMP Negeri 1 Karangtengah